14 Okt 2012

Apa Yang Belum? Apa Yang Kurang? Dimana?

coba lihat, apa yg kurang dari hidupmu?

kawan yang setia, percaya, dan bersedia mendengar semua bualan tak pentingmu.
Ibu yang tak ternilai harganya, mencoba memahamimu yang selalu mempersulit beliau,
tangan kokoh seorang Bunda yang setia pada hidup, keluarga,
dedikasi tinggi pada pekerjaan, melakukan segalanya dengan hati dan cinta.

coba katakan, apa yang kurang dari hidupmu?

sebuah tempat yang kau sebut dengan rumah, siap memelukmu dari hawa dingin dunia,
memberimu kesejukan dari hawa panas pengalaman dan pelajaran,
rumah yang selalu menerimamu, sejahat apapun kau bersikap pada orang-orang didalamnya,
rumah yang tak lebih dari seonggok bangunan, namun kau percaya dia berusaha melindungimu,
dengan sisa-sisa kegagahannya.

coba ingat-ingat, dibagian mana, kau merasa hidupmu kekurangan?

umur dengan hari yang tak terhitung jari,
pelajaran hidup yang untuk kau ulang dengan perbaikan, perbaikan lagi.
waktu yang setara dengan tabungan emasmu,
atau recehan yang selalu ada yang coba kau kumpulkan untuk membawa diri dan Bundamu
menuju kewajiban ala rukun islam..
mainan hidup, mainan hati, yang penuh dengan lika liku seringkali membuatmu tak tidur,
seseorang yang ada disana, namun dia tak jua mendengarnya,
dan kau memilih untuk diam, dan setia menunggu dia pulang ke kampung halamannya.

coba difikir dengan dalam, apa yang kurang dari ini semua?

segelas air putih dengan tenang membawamu kealam mimpi,
bermimpi tentang kerinduan yang dalam akan rumah, dan Abah..
dan juga dia yang kau cinta, kau sebut mereka dalam doa-doamu,
yang hanya akan didengar oleh-Nya..

dimana kurangnya?

mencoba memaknai hidupmu, mencoba berkorban untuk seseorang,
dimana orang tersebut membuatmu luka dan menangis,
kau tetap berkorban untuknya.. kau belajar berdiri dari luka yang ditinggalkannya..
merasa tak perlu menangis, tangis yang kau punya hanya untuk kerinduan, tak sama.
tetap saja, kau menyayanginya dan melindunginya,
kebodohan yang menyenangkan untukmu ya?
kau belajar banyak dari itu.
belajar menghadapi hamparan pertanyaan tentang jodoh,
hamparan pikiran liar yang tak berujung dengan jelas..
dan kau tetap berenang dengan ceria.. senyum setelah bercerita..

jadi, apa yang kurang?
kau sudah cukup dengan merasa bersyukur atas semua hal padaNya.
dimana yang belum ada? segalanya perlahan terlihat oleh petunjukNya.
atas apa yang belum, atas apa yang masih dipertanyakan,
masihkah kau merasa kurang?

bersyukurlah!

Tidak ada komentar: