Saat berada dikotamu..
Ingin rasanya kembali di sudut jalan dimana kita pertama
kali bertemu. Kuminta seorang kawan untuk mengantarkanku ketempat dirimu
berdiri menungguku. Ingat tidak? Saat itu matahari bersinar malu-malu saat
kedua tangan kita berjabat. Saat itu aku merasa ingin mengenal sosokmu lebih
dalam.
Saat aku baru tahu bagaimana merasa jatuh cinta itu, untuk kali pertama..
Sebenarnya agak sulit mengutarakan cerita ini kembali,
selain karena terlalu singkatnya perjumpaan kita, da nasal kau tahu saja..melupakanmu
sudah menjadi kebiasaanku tiap malam sebelum tidur. Tetapi untung itu sudah
berlalu beberapa waktu lamanya J
Kau tau? Tempat kita bertemu selalu menjadi tempat
terindah dimataku.
Tempat – tempat yang kau tunjukkan, sambil bercerita
mengenai hal – hal yang tak pernah kutanyakan, adalah tempat dengan ukiran tentangmu
di kepalaku.
Masihkah kau ingat? Masihkah semua itu kau simpan?
Aku bahagia, dan bagaimanapun singkatnya kita berjumpa. Aku
sangat merasa bahagia sesudahnya.
Aku bahagia, dan saat sedihku aku menghibur diri dengan
kenangan itu, dan membuat diriku sendiri bahagia, dengan merasa bahwa aku
pernah sebahagia itu dalam hidupku.
Lihatlah betapa kenanganmu terlalu dalam menancap di kepala.
Waktu berlalu tidak begitu cepat, kalau mengingat saat aku
harus merelakanmu. Sempat mencoba mengikuti jejak – jejakmu, tapi tak jua
kutemukan titik terangnya. Yasudah, saatnya untuk menyerah. Mungkin ada alasan mengapa
kita tak lagi dipertemukan, mungkin Tuhan memintaku belajar mengendalikan rasa
rindu, menelan karma, serta belajar dari apa yang kulakukan di masa lalu.
Maafkan aku.
Semoga maaf ini ada harganya. Semoga angin membawa maaf ini hingga keujung sana, tepat di benakmu.. yang entah sedang berada dimana.
Semoga maaf ini ada harganya. Semoga angin membawa maaf ini hingga keujung sana, tepat di benakmu.. yang entah sedang berada dimana.
Terimakasih untuk segalanya ya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar