19 Okt 2012

Bagaimanapun

meski aku tak ingin mewujudkannya sekarang, aku ingin bisa diperlakukan seperti itu..
meski aku belum memilikinya sekarang, aku tak ingin nanti merasa kehilangan seperti itu..
meski aku belum benar-benar merasakannya sekarang,
aku tak ingin terluka dalam dan terpuruk seperti itu..
aku ingin dicintai seperti itu..
aku ingin diperhatikan, memperhatikan, merasa diperhatikan dan memberikan perhatianku..
aku ingin segera melangkah menuju gerbang itu..
meski belum mampu, tapi semua yang kutanya awalnya merasa begitu...

aku ingin... meski belum mau.
ingin.. meski benar-benar belum mampu.
semoga Dia Yang Maha mendengar harapanku.

17 Okt 2012

Aku Berada Dikotamu


Saat berada dikotamu..
Ingin rasanya kembali di sudut jalan dimana kita pertama kali bertemu. Kuminta seorang kawan untuk mengantarkanku ketempat dirimu berdiri menungguku. Ingat tidak? Saat itu matahari bersinar malu-malu saat kedua tangan kita berjabat. Saat itu aku merasa ingin mengenal sosokmu lebih dalam.
Saat aku baru tahu bagaimana merasa jatuh cinta itu, untuk kali pertama..

Sebenarnya agak sulit mengutarakan cerita ini kembali, selain karena terlalu singkatnya perjumpaan kita, da nasal kau tahu saja..melupakanmu sudah menjadi kebiasaanku tiap malam sebelum tidur. Tetapi untung itu sudah berlalu beberapa waktu lamanya J

Kau tau? Tempat kita bertemu selalu menjadi tempat terindah dimataku.
Tempat – tempat yang kau tunjukkan, sambil bercerita mengenai hal – hal yang tak pernah kutanyakan, adalah tempat dengan ukiran tentangmu di kepalaku.
Masihkah kau ingat? Masihkah semua itu kau simpan?
Aku bahagia, dan bagaimanapun singkatnya kita berjumpa. Aku sangat merasa bahagia sesudahnya.
Aku bahagia, dan saat sedihku aku menghibur diri dengan kenangan itu, dan membuat diriku sendiri bahagia, dengan merasa bahwa aku pernah sebahagia itu dalam hidupku.
Lihatlah betapa kenanganmu terlalu dalam menancap di kepala.

Waktu berlalu tidak begitu cepat, kalau mengingat saat aku harus merelakanmu. Sempat mencoba mengikuti jejak – jejakmu, tapi tak jua kutemukan titik terangnya. Yasudah, saatnya untuk menyerah. Mungkin ada alasan mengapa kita tak lagi dipertemukan, mungkin Tuhan memintaku belajar mengendalikan rasa rindu, menelan karma, serta belajar dari apa yang kulakukan di masa lalu.
Maafkan aku.
Semoga maaf ini ada harganya. Semoga angin membawa maaf ini hingga keujung sana, tepat di benakmu.. yang entah sedang berada dimana.
Terimakasih untuk segalanya ya..

14 Okt 2012

Apa Yang Belum? Apa Yang Kurang? Dimana?

coba lihat, apa yg kurang dari hidupmu?

kawan yang setia, percaya, dan bersedia mendengar semua bualan tak pentingmu.
Ibu yang tak ternilai harganya, mencoba memahamimu yang selalu mempersulit beliau,
tangan kokoh seorang Bunda yang setia pada hidup, keluarga,
dedikasi tinggi pada pekerjaan, melakukan segalanya dengan hati dan cinta.

coba katakan, apa yang kurang dari hidupmu?

sebuah tempat yang kau sebut dengan rumah, siap memelukmu dari hawa dingin dunia,
memberimu kesejukan dari hawa panas pengalaman dan pelajaran,
rumah yang selalu menerimamu, sejahat apapun kau bersikap pada orang-orang didalamnya,
rumah yang tak lebih dari seonggok bangunan, namun kau percaya dia berusaha melindungimu,
dengan sisa-sisa kegagahannya.

coba ingat-ingat, dibagian mana, kau merasa hidupmu kekurangan?

umur dengan hari yang tak terhitung jari,
pelajaran hidup yang untuk kau ulang dengan perbaikan, perbaikan lagi.
waktu yang setara dengan tabungan emasmu,
atau recehan yang selalu ada yang coba kau kumpulkan untuk membawa diri dan Bundamu
menuju kewajiban ala rukun islam..
mainan hidup, mainan hati, yang penuh dengan lika liku seringkali membuatmu tak tidur,
seseorang yang ada disana, namun dia tak jua mendengarnya,
dan kau memilih untuk diam, dan setia menunggu dia pulang ke kampung halamannya.

coba difikir dengan dalam, apa yang kurang dari ini semua?

segelas air putih dengan tenang membawamu kealam mimpi,
bermimpi tentang kerinduan yang dalam akan rumah, dan Abah..
dan juga dia yang kau cinta, kau sebut mereka dalam doa-doamu,
yang hanya akan didengar oleh-Nya..

dimana kurangnya?

mencoba memaknai hidupmu, mencoba berkorban untuk seseorang,
dimana orang tersebut membuatmu luka dan menangis,
kau tetap berkorban untuknya.. kau belajar berdiri dari luka yang ditinggalkannya..
merasa tak perlu menangis, tangis yang kau punya hanya untuk kerinduan, tak sama.
tetap saja, kau menyayanginya dan melindunginya,
kebodohan yang menyenangkan untukmu ya?
kau belajar banyak dari itu.
belajar menghadapi hamparan pertanyaan tentang jodoh,
hamparan pikiran liar yang tak berujung dengan jelas..
dan kau tetap berenang dengan ceria.. senyum setelah bercerita..

jadi, apa yang kurang?
kau sudah cukup dengan merasa bersyukur atas semua hal padaNya.
dimana yang belum ada? segalanya perlahan terlihat oleh petunjukNya.
atas apa yang belum, atas apa yang masih dipertanyakan,
masihkah kau merasa kurang?

bersyukurlah!