Panjang sekali jalan yang harus ditempuh untuk mencapaimu
Pun itu tidak gampang, banyak nyawa terkorbankan dan luka hati tergores menujunya
Saat sudah kutempuh dan kau kutemui, aku tersadar
Hati ini tidak seharusnya tertinggal kurus disini
Hati ini tidak perlu setinggi itu mengangkat dan menjunjungmu
Karena ternyata...kau hanya persinggahan labilnya isi kepalaku
Aku memutuskan untuk mengalah dari suara dalam penuh sesaknya isi kepala
Dan sepakat dengan suara yang lain dalam kepala
Iya.. inilah caraku mencintaimu
Wow sejauh ini dan aku baru mengetahuinya?
Menyesakkan sekali!
Dan sekuat apapun aku menolaknya...aku masih memilih untuk bertolak padamu
Lihatlah betapa bodoh aku kau buat
Kadang, hari-hari biasa aku ingin menceritakan semua padamu
Hari berakhir, dan tenggorokanku tercekat dengan kepala penuh bimbang padamu
Sambil berpikir
Haruskah aku berbagi perjalanan sepuluh juta detik denganmu?
Sementara mungkin, kau ingin membagi ceritamu bukan denganku
Iya, bukan denganku kau ingin membaginya
Iya, aku bukan pilihanmu untuk bercerita
Dan aku pergi mencoba menjauh darimu
Dengan perlahan tumbuh rasa rindu yang menyakitkan
Hanya untuk melalui hari ini tanpa sederhanamu di jenjang waktuku
Aku ingin melupakanmu...membuatmu jauh... agar aku tidak terluka
Berusaha sangat keras untuk lupa
Sama kerasnya dengan jemari ini mengabadikanmu dalam kepalaku
Kamu bukanlah siapapun..
Dan tidak seharusnya menjadi seseorang dalam sepuluh juta detikku
Tapi detikku memilih untuk terus membimbangkanmu.
Dan disini sekarang aku dengan gila merasa rindu
Rindu yang tidak akan pernah mampu aku utarakan
Nyawaku hanya satu
Hidupku cuma satu
Dan..
Sepuluh juta detiknya ternyata untukmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar