8 Mei 2014

Semangat Itu, Menyemangati



Adalah suatu kebahagiaan tersendiri jika pada masa sulit, kita masih bisa memberikan dan menyalurkan semangat kepada seseorang yang membutuhkan. Apalagi itu untuk membangkitkan dia dari keterpurukan, dan kembali lagi berjalan menghadapi halangan dalam perjalanan hidup yang katanya “mung mampir ngombe”.

Surat yang tidak sengaja aku tulis untuk karibku kemaren, adalah surat yang mencerminkan apa yang aku sebenernya ingin utarakan ke dia. Surat itu kutulis sebagai ungkapan rasa rindu bareng-bareng lagi, rasa terpacu semangat untuk berjuang bersama lagi, dan rasa bahagia akhirnya kami sudah pada tahap ini. Meski tidak bisa kuucapkan langsung ke dia, aku bahagia bisa berbagi semangat. Meski sedih tidak bisa menyemangatinya langsung dihadapannya, aku bahagia kita sudah sejauh ini melangkah. Akan selalu ada hal yang bisa disyukuri bukan? =)

Tanpa mengurangi konten surat, inilah yang kutulis untuknya. 
Semoga semangat itu tetap ada hingga kami berada diujung perjuangan nanti. Aamiin.

Tidak ada komentar: