Kemarin, seorang teman karib bertanya kepada saya mengenai keputusan hati yang saya ambil. Keputusan mengapa keadaan saya masih seperti sekarang, menunggu dan berpasrah diri tanpa ada tindakan. Well, ini soal perasaan yang belum sempat saya ungkap pada seseorang.
Teman saya mengibaratkan seperti kereta. Kereta yang pasti berangkat dengan keberadaan saya ataupun tidak ada. Kereta yang cepat atau lambat pasti akan meninggalkan saya, apapun keadaannya.
Semua hanya masalah waktu, dan kemauan sebelum saya mengutarakan isi hati saya.
Sharing yang ada kemarin dengan kawan saya itu benar-benar membuat otak ini berpikir semalaman. Apa saya salah menyimpannya dan memilih untuk bungkam? Apa memang harus diutarakan? Atau.. Perasaannya terhadap saya bukan seperti ini atau bahkan sama?
Seluruh pertanyaan menampar saya, menyadarkan apa yang telah saya lewati selama ini adalah hal yang sia-sia. Penantian, ketidakpedulian, maupun perhatian yang ada diantara saya dan dia.
Loh, hey!
Kenapa harus galau? Lihatlah Tuhanmu memberikan musim yang hangat dengan matahari bersinar cerah setelah pucat dan suramnya musim penghujan.
Hari ini hari yang baik, dan saya tidak boleh galau karena masalah hati. Meskipun berat, harus tetap ada langkah yang ditempuh! Harus!
2 komentar:
Hidup cuma sekali, Rani. Kalau memang perasaan itu terlalu besar untuk hati kamu, release it.
Kalau masalah perasaan pada seorang lawan jenis, just do it, okay... daripada panas dingin tiap malem ngebayangin mukanya... Lagian masih muda... banyak2lah melakukan kesalahan dan kebodohan, karena pada saat dewasa, kamu diharuskan bersikap sempurna.
Aku gak tahu, ngomong apa aku sebenarnya, but I hope it cheer u a lil'bit...
Banzai, Rani!
mbak lita : BANZAI! hehe.makasi mbaa ^^
Posting Komentar