Malam ini aku ingin bertanya lagi padamu..
Selama apa kau memendam perasaan terhadap dia yang kau suka?
apa sama, sakit dan getirnya dengan kaum hawa seperti hatiku?
memendam..
karena kami kaum yang hanya bersenjatakan senyuman,
entah senang, entah sedih..
Ataukah perasaan tertarik itu hanya sekelebat candaan demi menghidupkan klimaks cerita cintamu?
adakah kau berpikir, bukan seperti dia istri impianmu..?
adakah terlintas, tidak hanya dia saja, wanita yang mampu mengajari anak-anakmu mengaji, dan patuh pada kedua orangtuanya?
adakah kau merasakan,
waktu yang menghapus semua perlahan..?
waktu yang menarik garis lurus cerita pertemuan dan juga pengakuan..
dan kau menolak kehadiranku alih-alih semua hal tentangnya,, istri idamanmu..
Lelah ternyata menunggu dalam diam..
dan dalam diam, jiwaku sudah melangkah pergi meninggalkan kebodohan,,
bodoh yang untuk hanya bertindak diam..
berangan-angan suatu waktu kau membaca catatan ini dan bertanya,
"apa ini untukku?"
Well..
semoga saja, suatu saat nanti tujuanku tercapai..
menjadi istri yang diimpikan imamku..
amin..
[dengan segera]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar