lihat siapa yang tersenyum padamu ketika semua meninggalkanmu,
lihat juga siapa yang selalu ada untukmu, ketika yang lain tak bisa..
coba ingat lagi, adakah yang menanyakan kabarmu saat yang lain lupa.
adakah dihatimu sebuah pertanyaan simpel yang muncul dari setiap kejadian itu?
tak adakah keinginanmu untuk membedah dan mendeskripsikan rasa dan ucapan terimakasihmu?
terkadang apa yang tidak bisa dikatakan lisan, perbuatanmu mewakilinya.
maka tak adakah keinginan untuk membuat penantian ini terhenti, hanya sekedar membasahi kerongkongan atas dahaga?
tak sadarkah dirimu menyakiti?
bayangkan apa yang coba disampaikan musim pada siklus makhluk yang menanti kehadirannya,,
sebuah harapan bukan?
harapan yang terjawab dengan prediksi..
harapan yang PASTI terjawab tanpa harus tergantung mati karena lelah menanti..
tidak, ini hanya pertanyaan, tapi bukan rasa ingin tahu..apalagi penasaran,
hanya mengingatkan dan bukan untuk dianggap penting.
sekedar ingin melegakan hati.
tetapi bukan hati kalian, melainkan aku. aku sendiri.
serta merta ingin pergi, tak kembali.
biarlah nasib membawa pulang ke jalan yang seharusnya.
Malang, 12 Juni 2011.
Atas Nama Suhu Udara Yang Mematikan,
Shafarani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar