20 Des 2020

Tertahan

Seringkali aku merasa mimbar jumpa kita terlalu sederhana.

Namun itu terbawa suasana, selalu begitu. 

Terkadang aku kehilanganmu karena tidak terbiasa dengan atmosfer ini.

Yah.. aku sadar, aku bukanlah siapapun di duniamu.

Lagi-lagi aku mengumandangkan lagi penghibur luka, sama seperti luka atas luka yang lainnya.

 

Entah, sempat berharap, apa mungkin keberadaanmu, denganmu semua akan lebih baik.

Pada akhir di tengahnya, bukan demikian nyatanya. 


Aku sadar sedang kehilanganmu atas keputusanku.

Pun aku tahu, aku tidak akan bisa mencapai setinggi itu.. sejujurnya aku.

Banyak hal ingin ku utarakan, banyak kalimat tertahan.

Karena sungguh, aku masih belum bisa membaca hal yang terdalam dari sisimu.

 

Pada hujan dan senja aku berdoa atas namamu.

Berdoa keberadaanku bukan batu pengganggu bagimu.

Berdoa ada mimbar jumpa dimana aku bisa menikmati senyum itu.

Berdoa aku yang fana ini, ada saatnya berguna untukmu.

 

Semoga kita selalu bisa menjaga hati yang berlebihan bereaksi.

I do love you, I do care. I don't wanna loose you.

:"

Tidak ada komentar: