Memang tak usah, tak lagi perlu dikatakan.
Sudah cukup kalimatku tercipta indah buat si burung camar.
Segalanya hancur, burung camarpun terbang dengan marah, sarangnya hancur, telurnya pecah, aku terpuruk.
Tak tapi aku tetap bahagia karena Allah tak kurang menganugerahiku orang-orang yang kusayang, dan sayang padaku.
Kamu terbang dan selalu kutinggikan, tapi aku kau jatuhkan di danau biru yang dalam.
Sekali lagi aku jatuh, tapi ku mengapung, coba lompat dan bertahan.
Pesanku pada burung camar;
Kau bukan merpati yang tak ingkar janji. Kau makhluk bersayap lain yang jua indah, jua berhati.
Jangan mudah kau pegang kata kata, pabila itu berlapis dua sumbernya.
Kau takkan tau kebenaran sebelum menanyakannya langsung. Akan selalu seperti itu.
Maaf atas patahnya setengah sayapmu, mungkin karenaku, mungkin karena yang lain.
Maaf, bila ku tak bisa bantu perbaiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar