"....kapan aku bisa berkata seperti ini ya?
sudah saatnya kau berdiri setegak-tegaknya.
membiarkanmu memutuskan jalanmu adalah tujuan penting,
yang kupinta selalu pada Tuhan,
keikhlasan dengan pertaruhan nyawa,
keikhlasan dengan tawaran, tamparan kenangan-kenangan.."
taken from suatu paragrafku di sendunya Mei 2012. (klik disini untuk sumbernya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar