Hai Ksatria, sudah lama rasanya kita tidak berada dalam satu mimbar
pertemuan.
Aku merindukanmu, yah rindu yang seperti biasa. Rindu yang tertahan nggak
pernah kusampaikan. Sekalinya kusampaikan jawabanmu selalu nggak menenangkan
sih =(
Aku sehat dan bahagia disini, sehat semakin berlemak, sehat dan selalu
tersenyum.
Aku ingat kata-katamu yang pernah bilang “nggak usah diet, kamu udah
kurus” dan aku tertawa.
Lucu.
Banyak orang bertanya, apa aku sering menemuimu dalam mimbar bincang kita
yang biasa? Apa aku nggak merindukanmu? Apa hati ini masih selalu menyebutmu?
Jawabannya masih sama kok. Jawabannya ternyata nggak berubah. Aku sudah
mengeceknya dan memastikan apa itu berubah? Nggak kok ternyata.
Aku setia, masih. Bergantung dan menggantungkan hati ini padamu.
Sedikit badai indah dari Tuhan kemaren malah ingin aku ceritakan kepadamu. Betapa bahagianya aku mengalaminya, betapa bersyukurnya, dan sekaligus betapa sedih luar biasanya aku nggak bisa melalui ini bersamamu.
Masihkah kau puasa sunnah seperti biasa? Tanpa kuingatkan dan kubangunkan
sahur?
Masihkah kau mau menjadi imam sholatku diruangan 2x1.5 meter itu seperti
biasa?
Ah, sakit rasanya mengingatmu. Tapi aku bahagia.
Sahur susu strawberry? Hehe =)
Dan disini, aku suka sekali jus strawberry.
Seperti seseorang pernah bilang padaku, makan/minum favorit orang
tersebut akan sedikit menggantikan ‘keberadaan’ orang tersebut.
Saat itu, aku berharap kamu ada disini. Jadi aku pesan jus strawberry.
Beberapa saat setelahnya, aku sangat ingin kamu ada disini, jadi aku
memesan mix jus strawberry-apel.
Semuanya favoritmu.
Tapi maaf aku masih belum bisa makan pedas. Penyakit itu masih
menghantuiku.
Hai Ksatria, film favoritku sudah tayang. The Hunger Games: Catching
Fire.
Sedih sekali kamu nun jauh disana. Aku berharap kita bisa nonton bareng.
Sore ini aku mengajukan usul padamu, bagaimana kalau nonton di hari dan
jam sama? Biar kita tetep nonton bareng =)
Ah betapa aku kehilangan keberadaanmu disini. Betapa aku kehilangan
punggung kokoh itu.
Tapi kamu bilang malam ini kamu sudah akan nonton. Yaudahlah ya =)
Masih ada film Hunger Games sequel ketiga. Aku berharap itu bersamamu.
Lihatlah betapa jejak keberadaanmu masih ada disini.
Sengaja kubawa kesini sih. Biar aku nggak terlalu jatuh kedalam “jebakan
betmen” seseorang.
Sudah jatuh sih, sudah luka, sudah sangat suka. Dan saat terjatuh dan
terhempas badai,sakitnya luar biasa. Sedihnya luar biasa. Kamu bisa tanya
siapapun yang mengerti masalahku disini.
Tapi, aku mencari cara menggengam tanganmu. Agar hati ini nggak
berpindah.
Sampai saat ini, aku masih merasa bisa menggenggam tanganmu. Mengikuti langkah-langkah
kokohmu.
Aku mencoba berpikir ala kamu. Mencoba menjadi seseorang sepertimu.
Penuh senyum dan guratan sedih yang terhapus secara bersamaan.
Betapa hebatnya seseorang kamu, seseorang Ksatria, dimataku.
Dahulu, kini, mungkin --always pray to Allah-- hingga nanti.
Tahukah kamu? Ceritanya terlalu panjang.
I wish I was her, Ksatria.
I wish I was her.
I wish I was..dia, yang lagi ada pada jarak beberapa
jam dari sini mengemban tugas sebagai seorang Ibu dari seorang anak.
I really do.
(Sakhrukh Khan dalam Kal Ho Naa Ho mode ON nih--suka banget jadi dia)
Sudah maghrib, malam minggu lho ini =D
Akan menjadi malam minggu yang sangat indah dengan buku-buku pengetahuan umum yang 8 tahun lalu terakhir kali kupegang. Hehe.
2 komentar:
tetaplah menjadi bintang yang berpendar..
ketika gelap malam..
dan dingin beku memeluk diriku..
karena cahyamu menghangatkan..
dan memberi semangat..
tetaplah menjadi bintang yang berpendar..
ketika airmataku larut..
bercampur doa..
sungguh aku disini..
menangis pilu..
menahan rindu..
Probolinggo,
still lebay as usual.
Posting Komentar