6 Mar 2013

New Place, New Chapter of My Life

Haloo! Assalamualaikum.
Lama ga posting blog, pengen menceritakan sesuatu deh disini. Apalagi setelah seorang teman asal negeri himalaya Nepal, Shreema, menanyakan bagaimana bentuk tempat tinggal baruku, di Indonesia tentunya. jiahahaha. Jadi setelah menghabiskan sarapanku dan selesai ngobrol dengannya via G-Talk, aku memutuskan untuk menulis di blog.

iseng upload foto sarapan di instagram, aku lampirkan disini sekalian. ha ha ha minimalis banget yes menunya =D

Hemm...sudah hampir 6 hari aku tinggal di kontrakan baru di bilangan Jl. Kaliurang KM 7 ini. Well, bisa dibilang tempat ini nyaman sekali. Meskipun beberapa hari ini aku harus tinggal sendirian karena kawan 1 kontrakan masih baru akan datang ke Jogjakarta sekitar tanggal 9 atau 10 nanti.
Jadi, kami disini tinggal bertiga, 1 kontrakan dengan 3 Kamar, 1 Ruang Tamu (yang tentunya kosong karena kami nggak berumah tangga disini, hahaha) 1 Dapur dan 1 Kamar Mandi. 
Cukup komplit menurutku, karena aku merasa ini lebih dari cukup. Inilah tampak depan rumah kami.

tampak depan yang minimalis 

Tempat tinggal kami ini cukup tradisional (kata Shreema), dengan jemuran baju dan pembatas halaman belakang yang masih bambu. Kamu bisa lihat dari sini nih, bagaimana rupa belakang tempat tinggal baruku.

pemandangan pintu belakang

Mbah Puji, selaku pemilik membangun rumah ini berbahan dasar batako, yang tentunya bikin orang yang mau pasang paku sulit banget kalo ga pake paku baja. Hahaha. Tapi keuntungannya, rumah ini jadi adeem banget. Gitu sih kata Bu Mamik kemaren waktu melaksanakan tinjauan kenegaraan ke kontrakan putrinya yang baru ini.
Gambar diatas kan nunjukin tempat jemur sekaligus halaman belakang. Sedikit sempit sih. Tapi jangan kaget kalau aku bilang dibalik dinding bambu (bagian sebelah kiri dari foto diatas) adalah pekarangan yang super luuuas banget. 
Pagi ini Mbah Puji memetikkanku 1 tas plastik rambutan. Tepat dari belakang rumah kontrakan. Selain pohon rambutan, ada juga pohon pisang dan beberapa pohon lain yang nggak aku kenal karena belum nongol buahnya. Heheheh.

Mbah Puji manggil-manggil tapi aku nggak denger (maaf mbah) lantas langsung menerobos masuk kedalam rumah ngasih ini, rambutan.
Fresh from the tree =)

Setiap pagi, nggak pernah seharipun kulewatkan bangun untuk subuhan dengan alarm aslliii dari alam., yakni ayam jantan berkokok. Wah, serasa di desa banget deh. 
Ini nih, 1 hal yang nggak aku dapetkan dari rumah Malang yang emang udah di tengah-tengah perumahan perumnas Buring Satelit. Super traditional dehh ya..
Aku bilang ke Shreema, banyak ayam berseliweran tanpa tahu siapa pemiliknya, dan dia ketawa. Tapi itu kenyataan loh. Setiap pagi aku harus ngepel latar depan rumah yang sukses dipake buang air besar oleh si ayam-ayam itu. Busetdah -______-"
Selain ayam, Mbah Puji juga piara mentog (entah bahasanya apa, yang jelas beda dengan bebek), serta kambing dan juga sapi yang kandangnya ada di rumah Mbah Puji yang tidak jauh dari rumah ini. Makanya Mbah Puji sering ke pekarangan belakang rumah buat nyari rumput. Hal yang nggak akan biasa kita lihat di kota, apalagi sekaliber Kota Jogja.

Kayaknya sekian dulu postingannya. Ada hal lain yang harus aku selesaikan.
So, kalian yang mau berkunjung ke Jogja, kepingin menemuiku, siap-siap kujamu dan juga kutawarin untuk tidur di kontrakan baru kami ini ya! =D

2 komentar:

AlyaMuhajir mengatakan...

good stories . can wait for the next chapter ^^

blueskyover mengatakan...

ahaha sure i can't wait for the next chapter too =D