16 Nov 2012

Aku dan Pepohonan Basundhara

aku tak tahu apa yang dibawanya,
karena saat bertemu, aku merasa seperti telah terjadi sebelumnya..
hingga matahari fajar di puncak basundhara mencoba mengangkatnya setinggi dagu.

langkah demi langkah aku lalui tanpa satupun menyapa,
hanya semilir angin gunung, pohon bernyanyi bersama, hewan-hewan kecil bersayap sesekali lewat,
menemaniku dengan setia, memberikan kekuatan tuk melangkah lagi dan lagi..
melangkah menujunya.

perjalanan yang asing, hingga tak lagi asing dibuatnya.
apa yang telah kuperbuat? apa yang kulakukan selama ini?
bukankah dia selalu ada bersamaku..
pertanyaanku kujawab sendiri, kulakukan sendiri...
dan matahari senja basundara mengaburkannya.

ketika aku berpaling, sesuatu mencoba menahan.
keinginan yang lebih dari seharusnya, berharap lebih dari yang biasanya.
entah apa yang membuatnya berbeda.
dan pepohonan basundhara mencoba menceritakannya.

Sang Ksatria pernah berada dan berpijak ditempat yang sama sepertiku.
dia menyapa seluruh alam dengan satu senyuman menenangkan.
ketika aku tidak mampu, dia melakukannya dengan baik.
apa yang dibawanya, membuat alam memeluk malam-malam serta doanya.

pernah aku berharap, sekali saja Yang Maha mengijinkan aku bertemu dengan Sang Ksatria.
tetapi langkahku sendiri berbelok sebelum waktunya.
mungkin menutup diri, sedikit terbuka namun tak cukup untuk terlihat berubah.
penyesalan selalu terbayar dengan sedikit kesedihan.

kini sepertinya Dia telah memberiku jalan kembali,
menuntunku perlahan menuju tempatnya berada.
aku tak henti mengucap doa, dan berharap semua akan baik-baik saja seperti yang dijanjikanNya.
hingga pepohonan dan dedaunan basundhara, tersenyum  samar dibalik rona merah senja ini.

Tidak ada komentar: