20 Mar 2012

Hanya Sebuah Sajak Pengurang Sesak

Akhirnya sempat juga hati ini merasa benar-benar sangat sesak. penuh pertanyaan yang nista untuk ditanyakan..
Pagi hingga penghujung pagi kembali, benak ini selalu penuh pertanyaan. Hati bertanya, kepala memikirkan bentuk kalimat pertanyaannya, nah bagian lain yang bingung harus bersikap bagaimana.
Mencoba agar semua tampak biasa, namun ini sepertinya tak akan bisa menjadi biasa. Hanya berharap semoga hari berganti dan ketika bangun di pagi hari segalanya bisa terlupa. Meski akan kembali lagi berpikir dan sesak berdesakan seperti ini. Hehe,

Oh ya, halo kamu.
Ksatria Perjalanan-ku, cahaya yang selalu kucari didalam mimpi-mimpiku yang berwarna abu-abu.
Aku berharap engkau dapat merubah warnanya menjadi biru.
Rasanya seperti sangat lama aku tak pergi menyapamu, walaupun baru saja kemarin kita bertemu.

Halo kamu, adakah kau merindukanku?
Adakah aku dikepalamu? Sepertinya waktu yang membuat kita tak mampu bertemu.
Atau memang Dia sengaja tidak mempertemukan kita saat ini, jujur aku tak berani bertanya.
Aku tak berani memilihmu untuk menjadi yang terdalam, Ksatria.
Kau tahu, letakmu terlalu tinggi dan aral melintang untukku kembali menyapamu lagi.

source
Diantara perjalanan dan kisah-kisah rantaumu, tak ada satupun yang tidak kukagumi.
Mentari terbit hanya untukmu, saat ia tenggelam, ia tunduk dan bersujud pada Pencipta
dan dia bercerita,
Disalah satu lengkung bumi ada seorang bijak berhati bersih menemani perjalananku sehari penuh,
Kusapa ia saat sinarku mulai menyinari tubuh-tubuh yang baru terbangun,
Salam hangatku padanya, sampai jumpa, ketika rembulan menggantikanku bertahta.

Perjalanan itu, seluruh kisah perantauan itu,
Adakah tujuanmu mencari patahan tulang yang sempat hilang?
Sungguh malu, sungguh aku tak memiliki daya,
Walau hanya untuk mengggumamkan pertanyaan-pertanyaan ini.
Kodratku tak disana, bukan untuk disana saat ini.
Semoga ada engkau menanti diujung perjalananmu.

Setidaknya, diantara rasa kekaguman yang memuncak ini,
Ada rasa syukur padaNya telah memberi hati ini kesempatan,
Untuk belajar mengenai cinta, dan mencintai.
Dilukai, namun bukan untuk kembali melukai.
Semoga ini yang terakhir dan takkan ada yang terbuang dariku hanya sia-sia.

Tidak ada komentar: