10 Apr 2011

Mencoba kembali menekuni dunia lama..

asslamualaikum para pemirsa hihi..
lama banget rasanya ga memberikan sentuhan apapun buat blog... disini, sebagai temu kangenku pada ketikan blog, aku coba go public-in beberapa karya dari hobi dalam kamar, hehehe. malu sebenernya, tapi pengen gitu kasi sesuatu yang berbeda pada blog ini.
jadi gini, selama ini aku suka banget genjreng gitar dan dengan sengaja merekam lagu-lagunya. iseng aja awalnya, tapi keterusan hingga membuahkan buanyak sekali hasil rekaman lagu yang kesemuanya masih tersimpan rapi disalah satu folder dalam komputer ini. setelah tanya ke salah satu temen, yakni si indah yang merekomendasikan soundcloud.com sebagai tempat upload lagu-laguku, jadilah aku upload beberapa lagu.. salah satunya cover lagu kesukaanku yang penyanyi aslinya James Blunt, judulnya You're Beautiful.
so, buat para pembaca sekalian, tanpa pake panjang lebar lagi, silahkan di"intip" suara saya di sini  >> You're Beautiful (Cover)
semoga ga menuai caci maki, amin. hehehehe.
terimakasih :)

27 Jan 2011

kuceritakan pada mereka..

malam ini, tidak ubahnya seperti halaman malam yang lain.

benakku terpenuhi dengan banyak kata, kalimat, hal, dan juga keinginan yang ingin diungkapkan, tapi itu tak mudah untuk dituliskan. seperti menggabungkan mozaik gambar, tetapi banyak bagiannya yang hilang. aku yang menentukan arah, tapi mengapa aku sendiri yang tersesat?

well, semua ada waktunya. Tuhan sudah atur perjalanan kita hingga nanti kita mati. pilihannya, bagaimana kita membangun jalan itu?
pilihanku, jalanku, segala hal yang kubuat hingga hidup ini kutiti, bagaikan aku sedang belajar merajut benang. helai demi helai, merangkai kain, namun dari satu helai benang, membentuk pola, bagaimana aku berpikir, bagaimana caraku bertahan, dan apa saja yang kualami sepanjang jalan, semua bakal tergambar diakhir.it will takes a long time to start. semua hal, dalam cerita ini, semua bentuk rajutan tidak akan dapat terlalui tanpa bantuan orang lain. bayangkan bagaimana aku tahu cara merajut tanpa ada seseorang atau sesuatu yang menuntunku untuk memulai merajut? 

aku merasa memilih jalan yang benar, namun dengan tanjakan yang cukup curam. banyak hal menanti didepan. ketika aku tahu aku akan melalui hambatan, aku menyebutnya resiko. dan wow, kurasa aku terlalu banyak mengambil jalan dimana resiko ada dihadapanku, menakut-nakuti setiap langkahnya. tapi bukankah semakin tua padi, semakin merunduk? kurasa peribahasa itu bermakna dua hal bagiku. dan makna yang kudapat salah satunya adalah semakin berumur kita, semakin banyak resiko yang bakal kita hadapi. bayangkan jika saatnya nanti aku memiliki nyawa yang akhirnya bergantung padaku, resiko mereka/dia akan menjadi bagian dari resiko yang kutanggung pastinya.

mereka jua yang akan belajar merajut, sama persis sepertiku saat ini. hanya saja mungkin dengan cara yang berbeda, melihat segala sesuatunya berubah menjadi semakin praktis dan membuat orang kelebihan berat badan karena kurangnya ruang gerak.

so here i am now, try to tell them what happen in my life, for real.

kuceritakan pada mereka, bagaimana aku bangun, berjalan, dan tertawa dengan angin yang melewati pipiku.
kuceritakan, bagaimana hidup berjalan, bagaimana air terjun jatuh dengan derasnya ke telaga.
kuceritakan betapa aku menikmati pagi, menghirup udara yang bersih, 
bagaimana aku memenuhi tenggorokanku dengan tawa yang indah melihat alam yang menakjubkan dihadapanku,
kuceritakan betapa aku selalu merindukan segala petualangan, perjalanan panjang, dan kenangan yang indah di tempat-tempat terbaik dibumi.

kuceritakan kisah cintaku pada mereka.
kuceritakan bagaimana seseorang dengan pinangannya dan masa depan menungguku, namun dia kutinggalkan. dan aku belum meminta maaf intuk itu. 
maaf.. :(

kuceritakan, indahnya dunia bersama para sahabat, para teman-teman yang sangat baik, 
mengerti arti memahami, menghargai, 
berbagi cinta dengan orang-orang terhebat yang pernah hidup dijenjang waktu hidupku.
kuceritakan, apa itu cinta, sayang, bagaimana menjaganya tumbuh ditempat yang seharusnya
dan bagaimana aku bertahan untuk tidak mencintai seseorang demi seseorang yang lain karena mereka kuanggap terhebat dalam hidupku,

kuceritakan, betapa aku mencintai seseorang namun aku tak akan pernah boleh berkata "aku cinta kamu" padanya hingga kapanpun.
kuceritakan betapa keras ku terjatuh ketika perihal cinta tak dapat kupahami, perihal cinta meninggalkanku, dan cinta yang bodoh menguasaiku bertahun lamanya,

kuceritakan pada dia, bagaimana aku meletakkan orang tua dan seseorang yang tercinta dalam hati dan otakku,
bagaimana aku mencintai beliau, mencintai dia dan hidup terluka ketika aku belum mampu menggapaikan keinginannya tentang diriku,

kuceritakan betapa aku menyayanginya, menaruh dia begitu tinggi dari kepalaku, hingga nanti akhir waktu aku menutup kedua mata, berhenti menulis disini, mengatupkan mulutku dan mulai belajar menjadi pendengar yang baik.

kuceritakan bagaimana mereka semua menelan mentah-mentah tingkah lakuku yang jahat dan egois, terimakasih banyak untuk pemahaman yang rumit untukku,
kuceritakan pada mereka, bagaimana aku menahan sisi antagonis yang selalu membuatku nampak lebih kejam dari sebelumnya.

kuceritakan dan kubercerita, hingga tiba saatnya mereka bercerita padaku.. 

mengharap saat itu tak lama lagi tiba, hingga aku tertawa dengan apa yang kuceritakan saat ini. mereka tak akan tahu bagaimana sulitnya aku menjaga perasaan dan merubah perilakuku yang sungguh ingin kurubah ini. perilaku yang tidak seharusnya, membodoh-bodohi diri dan bersembunyi dalam bayangan orang-orang yang bisa memahamiku. 

sudah saatnya menjadi kamu sendiri, membuat bayangan sendiri.

oh ya. ada lagu yang sangat menginspirasiku buat menulis paragraf ini, 
Yellowcard - How I Go. 
lagu ini juga menjadi salah satu lagu favoritku beberapa waktu yang lalu, lagu untuk mengingat kenangan dan perjuangan. mengingat cerita dongeng yang aku lalui beberapa waktu yang telah kulipat, dongeng yang kusimpan rapi dalam kotak hati :)

"and you keep, the air in my lungs
floating along, as a melody comes
n my heart, beats like timpani drums
keeping the time, while a symphony strums
.."

that's it for now. dan aku tetap berharap diriku, mereka, atau kamu yang membaca, dapat tetap memahamiku. 
memahami betapa jahat tingkahku yang sedang ingin kuubah ini. betapa aku ingin membuat hidupku lebih indah dengan keberadaanku, keberadaan kamu, dan mereka didunia.

-aku, yang menunggu mereka bergantian berkata "kuceritakan" dengan senyum manisnya-

30 Des 2010

Selayang Pandang Pulau Gili Ketapang

puji syukur Tuhan YME karena aku bisa (dan sempat) posting serta berbagi cerita lagi di blog ku. hehehe.
jalan-jalanku kali ini ke sebuah pulau di utara wilayah Probolinggo JawaTimur. namanya pulau Gili Ketapang. dinamakan pulau gili ketapang itu asalnya karena wilayah ini terpisah dari desa ketapang yang terletak di daratan probolinggo. pulau ini lumayan luas. bisa dikatakan begitu karena dari ujung ke ujung jalan kaki setengah jam ga cukup, hehe. luasnya sekitar 60 hektar persegi dan sudah didiami sekitar 8ribu jiwa.. bisa bayangkan bangunan dipulau itu berapa padat? hehe, ini aku kasi citra google earthnya.

ini gambar pulau gili dari atas, aslinya padat banget, rumah satu dengan lain kerapatannya tinggi, akses jalan juga sempit, sekitar 2 hingga 3 meter lebar jalan (yang kuperlihatkan dari gambar dibawah)
sehingga ga mungkin ada kendaraan roda empat atau lebih masuk wilayah ini. tapi percaya atau tidak, kendaraan disini memang didominasi oleh roda empat lo. hehe, iya orang gili ketapang menyebut angkutan roda empat ini taksi.
disini, taksi itu kaya becak, tapi didorong sama sepeda motor dari belakang. kalo menurutku pribadi, memang kendaraan kaya gitu yang pantes untuk keseharian orang-orang gili ketapang. karena mayoritas masyarakatnya nelayan, trus butuh angkutan yang bisa bawa banyak tapi cukup lewat jalan sesempit itu, ya mau gimana lagi? hehehe. sekali putaran pulau, buat yang males jalan kaki, tarifnya dipasang 25-30ribu. tentunya yang ingin hanya sekedar berlibur kesini, ga bakal mau jalan kaki, aku yakin. kok gitu?
iya, kondisi pulau ini yang memang bukan sebagai tujuan wisata. statement itu ditetapkan sendiri oleh penduduk gili, padahal pemerintah menetapkan pulau ini sebagai kunjungan wisata. alasannya? simpel saja, penduduk asli gili tidak ingin kondisi keagamaan yang kental di pulau ini terusik oleh adanya fungsi baru pulau. wah sayang sekali ya, andai saja bisa dikembangkan dan berjalan beriringan ya :) ini view dermaganya yang terletak disebelah utara pulau..
soal kebudayaan, masyarakat pulau gili mengadaptasi dari budaya masyarakat madura dari segala sisi. mulai dari pendidikan bagi anak sekolah (pondok pesantren dan sekolah dasar itu beda pelajaran, bagi budaya mereka), pola ruang tiap rumah (1 keluarga 1 petak lahan dengan berbagai bangunan serta berbagai fungsi ruang yang kompleks, namun menurutku itu budaya yang indah), bahasa, serta banyak aspek lain yang intinya madura banget dah. jadi buat yang ingin berkunjung kesini, beruntunglah bagi anda yang sudah mampu berbahasa madura, amaaaaaann. hehehe.
untuk pemandangan dan aspek wisata, pulau gili ketapang memang memiliki potensi, baik dari kondisi wilayah, letak pulau, trus aspek-aspek wisata yang pernah aku pelajari seperti something to see, something to do, something to buy, ketiga aspek itupun sudah ada di pulau ini.

something to see? pemandangan dermaga. pantai putih dibagian ekor pulau (sebelah ujung barat), dan banyak lainnya ditepi pulau.  

something to do? para pemancing sering menyeberang ke pulau gili, menginap sehari, dan pulang lagi.  

something to buy? kegiatan masyarakat pulau gili mayoritas nelayan dengan penghasilan ikan yang melimpah tiap harinya sepanjang musim.

mungkin sekali apabila suatu saat masyarakatnya ingin menjadikan pulau ini sebagai pemasukan mereka dari segi pariwisata. tinggal sedikit sentuhan lagi setidaknya untuk menjadikan pulau ini potensi pariwisata yang ga bakal kalah ama indahnya gunung bromo, air terjun madakaripura, serta obyek wisata lain yang dipunyai kabupaten probolinggo.
o ya, ada tujuan wisata religi di pulau ini. masyarakat setempat menamainya Goa Kucing. dinamakan Goa Kucing dengan cerita berbagai versi yang kudengar. ada yang bilang keberadaan goa ini dulu bersama banyak ekor kucing yang tak terhitung jumlahnya. ada juga yang bilang tiap malam jumat legi ada kucing yang melakukan kegiatan bersih-bersih area makam (ada makam pemuka agama bersanding dengan goa) dan area gua. dan aku memilih untuk menggabungkan kedua versi cerita itu, terserah pembaca mau percaya yang mana, atau malah ikut pendapat saya? monggo.
dan ini
ini penampakan goa kucingnya.. menurut panoramic photo di google, goa kucing ini merupakan Rumah Pemakaman "Syeh Maulana Ishaq". goa kucing terletak di ujung sebelah timur pulau. kalau dari dermaga jalan kaki rasanya jauh banget kalau ingin menuju ke goa ini. waktu aku kesini, sopir taksi bercerita kalau daya tarik pulau gili tertinggi terletak diwisata mancing sama goa kucing ini. kurang lengkap apa sih, potensi pariwisata pulau gili?

dari segala kelebihan itu, aku rasa aku perlu juga membahas kekurangannya. kondisi lingkungan pulau gili masih belum memiliki pengelolaan sampah yang baik. menurut masyarakat, membuang sampah kelaut adalah cara yang baik daripada mengumpulkan dan mengolahnya kembali. hasilnya? bisa dilihat ketika temen-temen yang berkunjung kepulau gili ketapang, hampir 90 persen garis pantai pulau ini dipenuhi oleh sampah. hampir tidak ada satupun titik pantai yang bersih dan bisa dinikmati untuk sekedar melakukan kegiatan menikmati pantai.






ini adalah pemandangan sekitar dermaga. kapal nelayan sedang merapat karena gambar ini saya ambil waktu hari jumat. menurut budaya orang gili, jumat adalah hari libur bekerja. jadi masyarakat hanya melakukan aktifitas disekitar rumahnya saja. seperti membetulkan jala, mengecat kapal, dan lain sebagainya. bisa dilihat kan, sampah masih menaungi wilayah pantainya. padahal putih lho pasirnya. di Indonesia, bukankah pantai pasir putih identik dengan panorama pantai yang indah? pantai-pantai terkenal pun mayoritas memiliki pasir berwarna putih. sayang banget ya..
kalau menurut hasil wawancara kemaren saat jalan-jalan, pemerintah sudah melakukan sosialisasi perbaikan pengelolaan sampah pada tahun 90an dulu. namun itu tidak berjalan, alasan masyarakatnya karena sampah yang dikumpulkan menimbulkan bau dan tidak tahu harus diapakan. jadi menurut mereka lebih baik dibuang langsung kelaut, dan masalah selesai. huhu, jujur aku pribadi tak tahan untuk menulis kata "miris" oleh keadaan itu. kenapa? ya gimana lagi, kan sayang kalau pantainya jadi kotor seperti ini. tapi kembali lagi ke pemilik alam pulau gili, kembali lagi pada masyarakat pengguna lingkungan ini. kalau mereka tidak merasa terganggu dengan itu, ya kenapa kita yang bukan siapapun harus bingung?
sayang sekali. sekali lagi, sayang sekali :(
harapanku cuma satu seh. simpel tapi mungkin berubah jadi mimpi yang besar buat pulau ini. aku cuma ingin ada investor yang beritikad baik mau membangun dan mengembangkan pulau ini, dengan kesepakatan bagus. yakni pengelolaan sampah menjadi kesepakatan pertama. jadi dia mau ngebangun lingkungan ini menjadi potensi wisata, tapi dia juga memberikan timbal balik yaitu pengelolaan sampah. kan kalau pantainya bersih untung juga di dia yang ingin mengembangkan, bukan begitu? hehe. mungkin ga ya? kita lihat saja nanti.
mungkin segini aja tulisanku soal pulau gili ketapang. dan meski kututup dengan penuh harapan, setidaknya aku ga ikut-ikut buang sampag disana waktu berkunjung kemaren.
(kumpulan sampah bareng teman-teman kubuang di daratan)
inilah foto teman-teman yang bersamaku waktu jalan-jalan ke Pulau Gili Ketapang.
dan ini
foto pertama itu mirza dan echa sedang berada diatas kapal. kami sedang dalam perjalanan pulang dan kepanasan karena tepat tengah hari, kami sedang dalam survey dinas perhubungan untuk sebuah dokumen pengembangan pelabuhan pulau gili ketapang.
foto kedua itu aku sendiri, nanda (dengan tinggi yang sebenarnya tidak representatif kalau berdiri disebelahku >.<), tito, septyas, indah, dan abdus. kami berada di pulau gili ketapang untuk melanjutkan survey abdus yang kebetulan mengambil judul tugas akhir mengenai permukiman di pulau ini.
sekian.