14 Des 2010

now i know..

sesuai ama judulnya, aku bakal nulis tentang hal yang membahas sebuah cara. a way to do something. tetap pada kondisi diposting sebelumnya, aku masih berstatus mahasiswa hingga ketikan ini jadi. dan hal yang membuntutin itu hanyalah permasalahan dengan diri sendiri tentang pereda emosi. emosi apapun wes, emosi baik iya (hedon contohnya = wew? emosi baik kah? hehe), dan emosi buruk juga pasti.. setiap kali pikiran yang membebani itu datang,aku selalu bingung menenangkan diri. tepatnya, meletakkan posisi hatiku (opo maksudnye ini..diatas perut? dibelakang kepala? bawah dengkul? wataaaw!!). bagaimana ya cara agar tetep konsisten dan fokus ama tujuan? harus apa?
nah ini yang mau aku bahas.
tentunya galau, itu pasti. yang mbuntutin galau juga banyak, terkait dengan proses pengerjaan skripsi. buntutnya bercabang pula. yang muak, yang merasa tiba-tiba lelah sekali, yang bosen, yang pengen marah, banyak hal. dan sembari melakukan semua hal itu, aku mendapat tips untuk menangkis sebagian besar perasaan anakan dari emosi kita. here they are.

pertama, tanamkan pikiran positif. apapun wes, ga selalu berhubungan ama tujuanmu. yang penting segala hal positif. biarkan kepala rileks dan merasakan sedikit kebahagiaan. insya Alloh dari pikiran positif kaya gitu, ide bisa muncul. istilahnya, motivasi yang timbul dari imajinasi.

kedua, jangan terlalu memanjakan otak. sebaliknya juga, jangan terlalu memaksa isi kepala bekerja keras. kedua hal ini bisa membuahkan hasil yang tidak maksimal terhadap apa yang kita kerjakan. ujung-ujungnya penyesalan. nah, kalau penyesalan adanya di akhir. musuh bebuyutanya ya cuma 1 hal, perencanaan yang matang terhadap satu hal.
insya Alloh dengan punya pola pikir kaya gitu, akan memacu kita terus untuk ga berhenti. terus jalan kaya batre yang full charge.

ketiga, jika semua hal disekelilingmu memuakkan. segala kewajiban membuatmu sedih karena teringat bahwa pekerjaanmu adalah beban yang perlu untuk diselesaikan, maka acuhin semua hal. jangan dengarkan apapun, kecuali apa yang kepalamu bilang. mungkin ga semua tepat sasaran, tapi inilah yang akan membuat kamu tahu bahwa idup kita ga selamanya disetir ama orang. idup kita ya punya kita. contoh aku sendiri, kalau udah benci ama semua hal yang ada dilayar, aku lebih milih matiin semua situs jejaring. buka berita, browsing apapun pokoknya ga berhubungan ama pihak-pihak yang gampang komentar. or maybe better if you write something like me now ehehehe..

keempat, jangan lakukan ketiga hal diatas secara bersamaan kalau ga pengen jadi orang linglung tiba-tiba, manusia selalu butuh manusia laen kan?

cara-cara diatas tergantung pemakaian, tergantung segala kondisi dan situasi lho. ga semua bisa dipakai dalam kondisi kompleks. hanya share aja, mungkin yang baca butuh cara buat menghilangkan galau. ini bukan buat skripsi aja, kerjaan yang lain pasti juga. terutama buat kita yang selalu dituntut menjadi pribadi yang penuh inovasi tiap saat. siapa yg bisa tanpa jadi diri sendiri coba? hehe.

jadilah orang baik, maka orang-orang akan terlihat baik padamu. aku sendiri memulai pake paham positivisme, biarlah penyesalan jadi masa lalu dan musuhku, asal aku tetep maju. mungkin itu sat dari banyak prinsip yang bisa kugambarin.
hehehe, aku orang jawa, jadi wajar kalo berpikir ngetik ato ngomong itu gampang, tapi melakukannya sulit. jadi jangan anggap aku munafik ya,karena roda terus muter kecuali dia udah bobrok dan ga bernyawa.

lega deh bisa share di halamanku sendiri. atau emang ada yang baca? syukurlah. semoga bermanfaat untuk sekarang dan nanti. aminn.


9 Nov 2010

masih percaya..

ungkapan seseorang yang sedang dalam penantian tentunya beragam, dan ga nutup segala kemungkinan. lha iya tho.. kan banyak hal yg bisa ditunggu? he he.
sekarang sedang dalam masa yang tidak enak, kenapa? karena lagi nunggu lah, kan sebahasan ama kalimat pertama (opo seh?).. memang terkadang apa yang kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan atau bahkan kemampuan kita mewujudkan kenyataan tsb. banyak diantara kita kecewa dengan pencapaian, dan timbul penyesalan kenapa waktu paling baik terbaang sia-sia.
dan aku mengalaminya.
waktu tadi merenung sendirian, aku sadari bahwa udah kehilangan beberapa masa dimana menikmati hidup. pokoknya idup tanpa penyesalan. sekarang kenapa begini ya?
apa emang rodanya sedang dibawah? nggak paham..
tapi ada 1 hal yang kuyakini sekarang, Allah sedang mengujiku, Dia mau tahu seberapa kuat pertahananku, Dia ingin tau bagaimana aku berjuang melawan (bahkan) diriku sendiri. memang ga mudah, tapi saya percaya ada hal baik dibalik semua yang diajari-Nya dari kenyataan yang aku hadapi ini.
wajar kan seseorang menangis? seseorang menangis ga selalu menandakan bahwa pertahanannya roboh. bahkan dia sedang berada dititik benteng terkuatnya.
sangat umum jika seseorang mengeluh,bukan karena dia ingin menyerah tetapi dia sedang dalam ujian dari salah satu mata pelajarannya dengan Allah. dan aku yakin, Allah tidak pernah meminta hamba-Nya menyerah. well i will not give up then. he he.
heeemm, terimakasih atas media yang diciptakan untuk tumpahan sedikit tulisan ini. jadi kembali bersemangat rasanya. dan memusakan sekali bisa memotivasi diri sendiri. semua aku lakuin ga buat aku sendiri. tapi buat semua orang yg menginginkan aku tetap melangkah, dan akan slalu kuingat mereka ditiap detik hidupku.
selamat malam, kayaknya harus lanjut ngerjain skripsi lagi :)

2 Nov 2010

dan saya akhirnya menangis lagi

selama ini, hal yang membuat sensasi menangisku jadi mendrama masih dirajai oleh rasa rindu akan Abah, ayah ku yang sudah meninggal sekitar sepuluh tahun silam. namun akhir-akhir ini, rasanya beban hidup tu kok banyak dan berat banget ya? (sedang labil, hehehe)

alasanku untuk menangis bertambah satu hal lagi, yakni mengenai seberapa besar kekuatanku akan pikulan tanggung jawab, dan tanggung jawab itu bertambah seiring umur yang semakin menunjuk ke angka yang lebih besar (kalo lebih kecil itu adalah berat badan saya, hahaha semoga).
teringat akan hal-hal kecil berharga, membuat saya perlu bikin satu note khusus untuk mengingat jasa-jasa akan "hal tidak penting".. jika itu bener-bener kutulis, berapa lembar buku kebaikan yang udah abis coba? tapi setidaknya, dari buku itu semua yang nantinya membaca bakal sadar, bahwa banyak hal kecil dan baik didunia yang tuhan nilai setiap detiknya dan itu tak disadari sedikitpun oleh kita manusia.

aku, rutinitasku sehari-hari, berhadapan dengan layar ini, dan berjuta kata yang kubaca tiap hari, semua ini atas kebaikan banyak orang. dan yang aku sadari akhir-akhir ini (sangat bodoh, karena baru akhir ini sadarnya) nyawaku dan alasan aku hidup, adalah karena satu dari triliyun kebaikan kecil dari seseorang. kebaikan yang seringkali kuacuhkan, dan kuhempas begitu saja, padahal tuhan menghargainya hingga di surga.
kebaikan seorang mama.

sekarang aku baru sadar, kebaikan beliau tiap hari, doa yang diucapkannya, serta segala ridho yang terbesit dari pikiran mama, adalah yang memberkati aku sepanjang ini.

ma, maaf ya.. belum bisa mencapai titik itu sekarang.
langkah ini masih belum aku pijak dengan kecepatan penuh.
masih tahap dimana mama diminta untuk menunggu.
maaf membuat mama menunggu, maaf membuatmu terus bertanya,
maaf untuk segala sakit yang aku pernah buat, untuk segala luka dari kata-kata,
serta perbuatanku yang tak sepatutnya aku tunjukkan pada mama,

harapanku, dan semoga ini juga teriring didalam doa mama,
agar usiaku sampai hingga pada titik dimana aku bisa membuat mama bahagia,
sampai pada titik dimana mama tak ada penyesalan memilikiku sebagai seorang putri,
seorang manusia yang keluar dari rahim mama.
dan disanalah semua hal bisa aku dapatkan dengan penuh kebanggaan,
semua keinginan mama bukan mama yang mewujudkan,
tapi aku.
aku yang harusnya selalu berbakti dan menunjukkan loyalitasku pada mama,

setidaknya kata-kata seperti itu yang membuatku perlu sadar bahwa mama masih ada untuk memberiku semangat hingga detik ini. lihatlah apa yang mama minta dariku? hanya bukti, bahwa semua yang mama lakuin selama ini bukan sia-sia.
dan semoga tidak lama lagi, itu bakal tercapai, AMIN.